" hidup tak selalunya indah, langit tak selalu cerah " Lukisan Alam - Hijjaz
kadang dalam ramai-ramai orang kita nak dia jugak jadi telinga kita sebab kita rasa dia la yang paling boleh memahami. tengok muka pon rasa dah lega.
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Surah AsSyuura : Ayat 30)
bukan nak mengadu, bukan tak yakin Allah akan bantu, cuma berikhtiar untuk jernihkan hati sendiri sebab tahu diri tak kuat. jangan pendam sampai terendam. jangan simpan sampai jadi dendam.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo′a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma′aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Surah AlBaqarah : Ayat 286)
iman tu ade turun naiknya. kadang diri kuat untuk motivasikan diri sendiri, tapi kebanyakannya memang kita perlukan dorongan lain untuk ingatkan diri kita balik. jihad nafsu. sampai mati pon belum pasti mampu tangani. Allah..kuatkan hati..
“Bukan ukuran kekuatan seseorang itu dengan bergusti tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengawal hawa nafsu ketika marah.” (Hadis riwayat Bukhari)
Ibnu Qoyyim Aljauzi dalam kitab Madarijus Salikin mengatakan, “Sabar adalah menahan jiwa dari berkeluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh, serta menahan anggota badan dari berbuat tashwisy (yang tidak lurus). Sabar ada 3 jenis, sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah S.w.t, sabar dari melakukan maksiat, dan sabar terhadap ujian Allah.”
Kalau nak diukur tahap ujian kita sebenarnya masih rendah berbanding tahap ujian yang ditempuh nabi-nabi pada zaman dahulu. buka hati, luaskan pemikiran, pandang ke depan. kalau Allah tak uji, ingat ke kita pada Dia ? kalau Allah tak uji, ada ke nak bangun malam sembahyang taubat mintak ampun pada Dia? kalau Allah tak uji, yakin ke iman tu dah sempurna ? dan kalau Allah tak uji, apa guna kita jadi makhluk kat muka bumi ni ?
“Dan tidaklah kehidupan di dunia itu melainkan kesenangan yang menipu”
Sabda Nabi Muhammad S.a.w, Ertinya : “Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cubaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat”. (Silsilah Hadits Shahih No. 2276).
“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amatlah berat kecuali bagi orang yang khusyuk.” (Surah al-Baqarah, ayat 45)
kita tak lawan perasaan. kita didik perasaan. jangan tahan air mata. lepaskan semua. hey, Umar Al-Khattab pon menangis. jadi bentangkan sejadah dan teruskan mujahadah. semoga terus redha dengan semua ujian dari-Nya. La Tahzan, main hoon na. saya kan ada ? :)
.